Dibuang Mantan, Dipuja Para Dewi
Seorang pria paruh baya bersetelan jas khas pialang Wall Street dengan rambut perak yang tersisir rapi melangkah keluar, membungkuk hormat 90 derajat di hadapan Aris.
"Ren melapor, Tuan Aris," ucapnya dengan intonasi bahasa Inggris kental berkelas tinggi. "Seluruh jaringan perbankan Swiss, kartel minyak Timur Tengah, dan bursa saham New York telah siap menerima ekspansi Aris Corp."
Aris menyunggingkan senyuman dingin. "Selamat datang, Ren. Tugas pertamamu adalah menjadikan Aris Corp sebagai korporasi nomor satu di Asia Pasifik dalam waktu tiga puluh hari."