Asmaraloka
Tetapi, Arkha tetap bersyukur, toh, ia dapat melihat Kiara setiap hari.
Arkha memberhentikan mobilnya di suatu tempat yang kini sudah ramai pengunjung, Pasar Malam. Mata Kiara sedikit berbinar dikala pandangannya tertuju dengan permen kapas berwarna merah mudah kesukaannya. “Kia mau itu? Arkha beliin, ya, Kiara tunggu sini jangan kemana-mana”
Deg
Kiara pernah merasa diperlakukan seperti ini oleh Bara. Ia hanya bungkam, otaknya seakan berkelana pada masa saat ia bersama Bara. Sedangkan kini Kiara hanya menganggung tanda bahwa ia setuju.
Hot Chapters