Sepupu Rasa Suami
Setelah itu, dia kembali membuka pesan yang lainnya, saat mlihat satu nama disana, bibirnya menerbitkan senyumanan.
[Duhai cinta... Bagaimana bisa hatiku berhenti mencintai mu. Sampai detik ini, aku masih merindumu.
Akal ku ini akal ku, tapi engkaulah yang ada di pikiranku, Hati ini juga hatiku, nyatanya engkaulah yang ada pada detaknya, kau telah merebut poros jiwaku, Ara.]
Ara membaca sekali lagi, wajahnya bersemu merah, 'Ah romantisnya, Bang Fathur. Aku... juga mencintaimu.'
Sikat na Kabanata