Neraka untuk Maduku
Nyatanya aku salah, kemilau dunia yang tersaji di depan mata, telah meruntuhkan hatinya yang memang telah retak.
"Sayang, ayolah. Realistis, kamu bisa seperti teman-temanmu yang lain. Pergi jalan-jalan, belanja sesukamu, punya tas mahal, punya mobil sendiri. Mas akan berikan semua untukmu, dukung mas. Kita akan bahagiakan orang tua kita, membuatkan mereka rumah megah, beli sawah yang luas. Itu semua mimpiku, dan sekarang kesempatan buat mas mewujudkan mimpi itu. Mas akan mengelola perusahan Indah untuk menjadi lebih besar. Mas yakin bisa menjadi lebih dari sekarang." Panjang lebar Mas Aris berusaha meyakinkanku untuk mendukungnya
Hot Chapters