Di Balik Rupa Burukku
Bedak dan lipstik telah menghiasi wajahku, pakaiankupun sudah berganti, pakaian kurang bahan yang menampakkan pahaku, serta baju tanpa lengan.
"Ayo, Sayang. Pelanggan pertamamu Om Mario, dia banyak duit. Kalau kau bisa memuaskannya kau bakalan bisa memoroti uangnya dengan mudah," kata Om Marta mengamit tanganku dan memasuki sebuah bilik yang cukup luas dan memiliki springbed yang cukup besar.
"Tunggu di sini, ini ruang VVIP yang istimewa," kata om Marta, dan pria sangar itu, Bang Robet tetap memantauku di dalam kamar.
Hot Chapters