Dia Pemilik Hatiku
Dan saat dia duduk di hadapan Ardan, sekuat tenaga dia menahan air mata yang sedari tadi sudah memaksa untuk terbebas dari matanya.
Ardan tersenyum dan menyodorkan segelas es teh leci kepadanya. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Ardan mengusapkan ibu jarinya di ujung mata Almara.
“Kamu gak perlu menahan air mata ini, kasian, dia sudah ingin keluar,” ucap Ardan, masih dengan senyum di wajahnya.
Almara tidak tahu harus dengan apa lagi dia mati – matian menahan diri untuk tidak menangis, dia sudah tidak mampu. Dia hanya mampu menggenggam tangan kiri Ardan sambil menangis sejadi – jadinya.
Bab Populer