Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin

Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin

Napas Aryana tercekat, karena terus menerus menangis, ia jadi kesulitan untuk bernapas dengan benar. “Dan—” Aryana tidak mampu melanjutkan ucapannya, ia menekan dadanya yang semakin terasa terhimpit. “Tenangin diri kamu dulu, Sayang. Baru cerita semuanya ke Mas ya. Kontrol emosi kamu, jangan sampai kamu jatuh sakit, nanti kita tidak bisa mencari Elena dan Aland,” ucap Arthur menghapus air mata istrinya dengan lembut, mengatur rambut istrinya yang terlihat berantakan.
1053.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
Dikhianati Tunangan, Diratukan CEO Tampan

Dikhianati Tunangan, Diratukan CEO Tampan

Ternyata, itu adalah air mata Arkan yang tak bisa lagi ia tahan. Andri akhirnya melonggarkan pelukan mereka. Benar saja, mata Arkan tampak basah oleh tangis. Dengan lembut, Andri menghapus air mata itu dan mengecup kedua pipinya perlahan. Wajah Arkan langsung merona merah. Perlakuan manis itu membuat hatinya berdebar, namun ia tak sanggup berkata apa-apa.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

Sesekali terlihat cairan bening menetes dari sana. "Apa yang harus aku lakukan? Aku akan kehilanganmu, Ma, jika aku masih di sini. Tapi, tawaran Zayn--itu akan membunuhku ..." gumam Arinda kembali, mulai terisak. Dia menutup wajahnya yang penuh dengan air mata. "Ma ... apa yang harus aku lakukan? Aku nggak tahu harus bagaimana ..." gumamnya lagi disela-sela isakannya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Posesif

Tuan Muda Posesif

ujar Azkia mencoba mengelak kenyataan. Tiba-tiba Arnold menitikkan air matanya. "Maaf, maafkan aku ...." ujarnya dengan suara serak menahan tangis, Azkia yang mendengar suara serak Arnold segera menoleh ke arah Arnold, wajah Azkia jelas kebingungan mengapa orang di sampingnya ini meminta maaf dengan menangis.
1090.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat

ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat

"Semua yang kita alami selama puluhan tahun, hanya bisa diukur dengan sepuluh lembar kertas ini?" "Jangan panggil Aku Papa lagi! kita tidak punya hubungan lagi!" kata Arka dengan suara tegas dan penuh kemarahan, matanya memerah karena emosi. Andi hanya berdiri diam, menyaksikan adegan ini dengan tatapan yang menyenangkan. Adnan mengangguk perlahan, mata kirinya sedikit berkedip menahan air mata yang ingin keluar. "Baiklah kalau begitu. Tak perlu ada drama panjang lebar lagi."
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
Pembalasan dari Istri yang Tersakiti

Pembalasan dari Istri yang Tersakiti

Sampai kapanpun akan seperti itu. "Arini ... semoga kamu bisa membuatku melupakannya! Kembalilah Arini!" gumam Arman pelan. Arman yang menatap foto Arini di ponselnya tak menyadari kalau air matanya mulai menetes. Segera setelah sadar, Arman hapus jejak air mata supaya orang tidak tahu. Saat ini dirinya masih berada di kantor, jangan sampai teman kantornya tahu kalau dirinya menangis. Drrt! Ponsel Arman bergetar, pertanda ada pesan masuk. Ternyata dari ibunya.
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 579 kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
Hello, My EX

Hello, My EX

Ini bahkan masih terlalu awal untuk menangis, kan? "Sayang, aku datang. Lihatlah, putri kecil kita masih saja menangis. Bagaimana kabarmu? Kami baik-baik saja di sini. Rea bahkan sebentar lagi akan punya pacar lagi." Ardi terkekeh mendengar kata-katanya sendiri. Rea tertawa dalam tangisnya sambil mencubit ringan pinggang Ardi. "Jangan dengerin Ayah, Bun. Kadang suka bikin Rere kesal. Rea nggak ada rencana balikan sama mantan, kok."
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan

Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan

"Aku ingin bebas dari neraka kehidupan ini, Mas. Mana ada istri yang tahan di perlakukan lebih buruk dari pada binatang?!" ucap Arnie seraya meneteskan air mata. Daren mengeratkan giginya, biasanya ia akan merasa puas saat melihat Arnie menangis. Namun, kali ini entah mengapa hatinya malah ikut terasa sesak.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku

Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku

Dia sendiri masih berjuang menahan kekalutan yang menggulung. Arman tertawa getir, tak percaya. “Jadi selama ini kalian sudah sejauh itu? Mantap. Hebat sekali kalian.” Air mata Arman jatuh tanpa ia sadari—air mata kemarahan, penyesalan, dan cinta yang ia sia-siakan. Walau sering mengabaikan Aura, Arman tetap mencintainya.
1030.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 864 kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dalam Siklus Waktu

Terperangkap Dalam Siklus Waktu

ujar Arthur yang tanpa sadar air matanya mengalir. Beruntungnya, make up yang ia pake tahan air dan tidak mudah luntur. Grace yang melihatnya terkejut dan bertanya-tanya apa yang membuatnya bersedih. "Kau menangis? Ada apa? Apa ada sesuatu yang buruk terjadi padamu?" tanya Grace dengan wajah bingung. Arthur memeluknya dengan erat. "Kumohon, biarkan aku tetap seperti ini untuk sementara waktu." jawab Arthur yang sedang menumpahkan semua penderitaan yang selama ini ia pendam.
809 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai arti don't cry
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status