Bersinar setelah Diselingkuhi
Peluh tipis mulai tampak di pelipisnya, berkilau seiring dengan otot-otot tubuhnya yang menegang menahan gejolak yang semakin memuncak.
Lucia menatap wajah pria di atasnya dengan pandangan campur aduk—marah karena sikap posesifnya yang gila, malu karena tubuhnya merespons dengan begitu jujur, dan ketagihan akan kehangatan mutlak yang hanya bisa diberikan oleh Arthen. "Kau benar-benar egois, Tuan CEO..."
Arthen tersenyum tipis, sebuah senyuman liar yang sarat akan cinta yang mendalam. "Hanya untukmu, Lucia. Hanya untukmu."