EUFORIA
“Okay. Saya minta maaf kalau kamu merasa saya orang yang terlalu memaksamu. Tapi, percayalah, ini demi masa depanmu, Adrian.”
“Masa depan yang mana maksud lo? Gue udah nggak punya masa depan. Gue rasa, masa depan gue hanya kematian dan rasa lelah yang menunggu waktu untuk menghabisi nyawa gue.”
“Masa depanmu adalah kenikmatan. Setelah ini, akan lebih banyak kenikmatan yang akan kamu dapatkan.”
Betapa lelah diriku berbicara perihal kenikmatan, tetapi lelah yang kudapat setelahnya. Aku mengerti Elaine seseorang yang pro di bidang ini, tetapi dia telah mengabaikan hati dan kebebasanku.
Hot Chapters