DI AMBANG PERPISAHAN
Renjana tak lagi sebatas aksara, tetapi selaksanya hingga menghunjam atma.
“Aku benci kamu, Mas!” Kalla menarik selimut, menyelubungi tubuhnya yang polos tanpa benang setelah kalah dalam pertarungan malam. Berbalik, dia membelakangi laki-laki yang sedang berjuang menenteramkan napas pasca percintaan panjang mereka.
“Aku mencintaimu, Kalla.” Arka menatap langit-langit kamar. Tak lama, dia memejamkan mata, melantunkan sebaris doa yang selama ini tak pernah dipintanya pada Yang Kuasa.