Sistem Aura (Infinity)
Entah apa yang Arata harapkan dari tiba-tiba menyampaikan unek-unek sensitif, “Bagaimana seandainya kita gagal. Skenario hidup kita berubah. Mati di tengah jalan permainan Sistem-Aura ini? Padahal cita-cita kita dan alasan mengapa kita hidup belum terwujudkan?”
“Hmmm ... aku tidak yakin harus menjawab apa. Sungguh. Itu membuatku bingung.”
“Tapi, kalau diriku mati lebih dulu ... apa yang akan dirimu lakukan?” tanya Arata, kedengaran serius seakan jawaban sahabatnya dapat mengubah nasib.
”Tidak ada yang bisa aku lakukan kecuali melanjutkan hidup.“ Kael menjawab seadanya, ”Lalu bagaimana denganmu, Sob? Apa yang akan pertama dirimu lakukan jika diriku lebih dulu wafat?“