Dirty Office
"Aku tidak akan jauh, Sayang. Hanya di depan pintu. Aku harus memastikan tikus itu tidak masuk ke sini."
Tepat saat Keenan akan berdiri, perutnya melilit hebat. Ia memegangi lambungnya, wajahnya yang tegas kini tampak menahan sakit yang aneh. "Sialan, kenapa sekarang?!" umpatnya. Ia merasa seolah ada ribuan duri yang menusuk dinding perutnya, diikuti rasa ingin muntah yang tak tertahankan.
"Kamu pucat sekali, Keenan," Aruna mengelus pipi suaminya yang dingin.