Jejak di Balik Pesantren
Munculnya Arqam
Suatu malam, ketika Kai menjaga perpustakaan baru di pusat dunia, sebuah suara datang bukan dari pintu, tapi dari lembaran yang tidak pernah dicetak.
Seseorang muncul.
Seorang remaja dengan sorot mata tajam, membawa buku yang tak punya sampul, tak punya halaman, tak punya isi.
Namanya Arqam.
“Siapa kamu?” tanya Kai, siaga.
“Aku... adalah kata yang tak pernah dibaca. Aku ditulis, tapi tak pernah dipahami. Aku disebut, tapi tak pernah diterima.”
Kai menelan ludah. “Apa yang kau inginkan?”
인기 회차