DONATUR ASI JADI CINTA CEO
Sementara di hadapannya, berdiri tegak Konstantin yang sudah bukan manusia lagi.
Darahnya berpendar merah keemasan, seperti plasma cair yang mengalir di bawah kulit. Matanya menatap Yaros tajam, dan dari punggungnya muncul serpihan cahaya menyerupai urat kabel yang bergerak hidup. Itulah resonansi fragmen Kairos yang kini menyatu dengannya.
“Yaros …,” suaranya berat, seperti dua nada bertumpuk dalam satu mulut. “Aku mendidikmu agar melanjutkan kejayaan Drucki. Sayang, kau justru menghancurkan warisan kita.”