Kutukan Kain Kafan Wasiat
“Oh, iya. Sebentar, “ Ari menuju Laila yang terbaring.
Terlihat matanya yang sudah kembali seperti semula, tidak menatap tajam ke arah mereka. Laila pun bangkit dari tidurnya, menatap Aryan dan Ari.
“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” tanya Laila bingung.
“Hem, maukah kau menari lagi?” canda Ari.
Pletuk!
Kepala Ari di sentil oleh Aryan, sedangkan dia tertawa terbahak-bahak, “dasar, geblek!”
Mereka melanjutkan perjalanan kembali, saat ini mereka butuh istirahat. Aryan yang tampak lelah, butuh sedikit untuk mengembalikan tenaganya yang terkuras.
Hot Chapters