Bastard Sister
Usianya masih relatif muda, mungkin sepantaran denganku.
“Eh, Mas Lintang. Awal banget pulangnya?” Perempuan yang kuduga sebagai ART tersebut tersenyum horma kepada Lintang. Mungkin, karena si Lintang orang kepercayaan bos mereka, jadinya sikap ART tersebut begitu. Ini masih dugaanku, sih.
“Mami di rumah, nggak?” tanya Lintang tak langsung masuk.
“Ada di belakang. Lagi mainan aglonema.” Perempuan itu tersenyum. “Eh, ini pacarnya ya, Mas?” tanyanya lagi sambil mengangguk sopan kepadaku.
Sikat na Kabanata