Perempuan Bermahar Lima Miliar
“Istrimu hamil, bukan? Padahal, kalian berdua ‘kan, baru sebulan nikah. Wah, jangan-jangan kalian berdua ini—”
“Enggaklah, Mar. Aneh-aneh saja kamu berpikir,” tukas Hamizan masih dengan sisa pertanyaan-pertanyaan yang ada di benaknya. “Kalopun beneran istriku hamil, tentu saya sangat bersyukur. Alhamdulillāh banget, ‘gitu. Akhirnya … impian saya pun terkabul juga.”
Hamizan kembali menjauh dari area meja kerja Ammar. Melanjutkan aktivitas sebagaimana sebelumnya, tapi dengan hati dan pikiran tertuju pada sosok Arumi di rumah.
ตอนยอดนิยม