Asmaraloka Sang Putri Pusaka
Ia dikenal sebagai perayu ulung, tapi hanya sedikit yang tahu bahwa di balik kecantikannya, Arum adalah mata-mata setia Rakai.
“Denmas Rakai...” suara Arum lirih, hampir seperti nyanyian. Ia berjalan mendekat, lalu duduk di samping Rakai, tanpa diminta. Jemarinya yang lentik menyentuh tangan Rakai, menggenggam lembut. “Kabar dari Mandalajati... tidak baik. Daha porak poranda. Gempa, banjir bandang, tanah longsor... akses ke istana terputus. Jalan darat tidak bisa dilewati, dan kapal pun jarang yang berani melintas. Semua penuh bahaya.”
Rakai terdiam. Matanya menatap lurus pada peta, tak sedikitpun ia menoleh pada Arum. Namun genggaman wanita itu tidak ia balas.
Bab Populer