Terjerat Pesona Papa Temanku
“Tidak. Mungkin beberapa hari lagi. Fokus papa ada pada proyek yang ada di dekat sini. Hampir kelar.”
Arunika menganggukkan kepala. “Jadi, lusa tanpa hambatan, kan, Pa?”
Elvaro tersenyum hangat. “Iya, Sayang. Kita bisa berangkat ke puncak. Jadi, siapa saja teman yang kamu ajak?”
“Em, cuma Yara dan Kaivan.” Arunika meringis lebar. “Tapi, Yar. Kamu boleh ajakin temen lain, biar gak anggep aku jahat karena jadiin kamu obat nyamuk.”