DINODAI SUAMI SENDIRI
Duh, apa aku salah ngomong, ya.
"Lho, kok gitu Yas?"
"Ya, wajar lah. Dia udah ngasi lima karya fenomenalnya buat kamu. Sekarang giliran dia yang harus branding nama sendiri. Semua orang juga butuh pengakuan kali, Bin."
Aku kembali meliriknya. Eh, dia senyum. Duh, berarti kali ini aku nggak salah ngomong dong.
"Mati aku!" Bino sontoloyo menepuk jidatnya sendiri.