Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Menyusun, merapikan, memastikan semua terlihat layak disajikan ke meja tempat orang-orang yang mungkin, bahkan sudah tidak menganggap perlu keberadaannya di sana.
Di dalam dadanya, rasa tidak nyaman itu tumbuh perlahan. Bukan marah, bukan sedih. Lebih seperti kesadaran pahit yang dingin. Di rumah ini, namanya belum punya tempat. Dan Asara baru saja memastikan dia mengerti itu dengan sangat jelas.