Pemuas Nafsu Kakak Tiri
Perutnya melilit samar, nafasnya pendek-pendek, dan ada rasa lelah yang tidak biasa.
Ia berguling ke kiri lalu ke kanan, tapi rasa gelisah itu tidak juga reda.
“Kenapa sih rasanya nggak enak,” gumamnya pelan, matanya terbuka lagi menatap kosong langit-langit kamar.
Dan entah kenapa, di tengah rasa tak nyaman itu, pikirannya malah kembali ke Revan.
Tatapan matanya, senyum tipisnya, juga hangat keningnya yang tadi sempat menempel di keningnya.
인기 회차