Ada sesuatu yang sangat manusiawi tentang perasaan gelisah itu, seperti alarm kecil di dalam diri yang terus berbunyi tanpa alasan jelas. Yang pertama kulakukan adalah mencoba memahami apa yang sebenarnya memicu perasaan itu—apakah kelelahan, tekanan pekerjaan, atau mungkin hubungan sosial yang kurang harmonis. Psikologi sering menyebut teknik 'grounding' sebagai cara efektif: fokus pada indera dengan menyentuh benda di sekitar, mendengarkan suara latar, atau bahkan mengunyah permen karet dengan sadar.
Lalu ada metode '5-4-3-2-1' yang pernah kubaca di sebuah buku terapi—menyebut lima hal yang bisa dilihat, empat yang bisa disentuh, dan seterusnya. Ini semacam reset button untuk otak yang overthinking. Terkadang, aku juga menulis jurnal dengan format bebas, seperti curhat kepada diri sendiri. Tidak perlu rapi, yang penting semua uneg keluar. Setelah itu, biasanya ada kelegaan aneh, seperti mendengar musik jazz di tengah malam yang awalnya kacau tapi lama-lama terasa harmonis.