DINGINNYA SUAMIKU
Sementara Mas Arsya dia harus tetap bekerja meskipun merasakan badan yang pasti tidak enak.
Laki-laki di hadapan menggeleng pelan. "Setelah makan puding bikinan Bi Narti, mualnya hilang. Sekarang, sudah seger lagi. Enak banget, loh, Sayang. Duh, rasanya tuh kayak nahan kentut di tempat umum. Begitu biaa dikeluarkan, leganya minta ampun." Sepasang manik mata hitam itu berbinar semangat.
"Kok, disamain sama kentut sih, Mas. Nggak nyambung, ah!" sahutku, tidak habis pikir dengan perbandingan yang dia katakan. Aneh sekali suamiku itu.
ตอนยอดนิยม