My Bittersweet
Ini waktunya, menikmati ciptaan Tuhan yang sempurna ini, hanya untuk dirinya sendiri.
“You know that, I want you so badly, too,” gumam Nayaka lalu mencium bibir Bahana dengan lembut.
Bahana tersenyum, merespons ciuman itu dengan penuh hasrat. Meraih tengkuk Nayaka sehingga ciuman mereka begitu intens dan dalam.
Bahana menurunkan ciumannya, ke leher Nayaka. Membuat wanitanya itu mendesah. Kepala Bahana semakin turun, beserta tangannya yang menjelajah setiap inchi tubuh Nayaka.
Hot Chapters