Kacamata Penakluk
Lalu, dengan gerakan cepat, dia menarik tali gorden krei, satu per satu, menutupi kaca tembus pandang yang membatasi ruangannya dengan kubikel karyawan.
Ruangan itu kini terasa lebih kecil, lebih sesak. Kami berdua terisolasi, hanya ada aku dan dia.
Nadia berbalik, menatapku dengan mata yang sekarang terlihat kosong. Ketakutan itu masih ada, namun diselimuti oleh sesuatu yang lain. Kacamata di wajahku berkedip, menampilkan notifikasi.
[STATUS TARGET NADIA: TERANCAM (95%). KECENDERUNGAN UNTUK NEGOSIASI TINGGI. WASPADA MANIPULASI]
Sikat na Kabanata