Menantu Bintang Lima
"Ya, Mirah juga nggak tahu, Mama. Katanya orang dalam klinik tapi siapanya Mirah nggak tahu. Ya Tuhan, Mirah benar-benar nggak nyangka, Mama."
Mama merangkulku dari samping. "Kamu yang sabar ya, Mirah. Tenang, tenang. Kasihan Utun."
Aku diam. Mau mengangguk pun rasanya terlalu berat. Apa seperti ini definisi menikah yang sesungguhnya? Apa arti bahagia dalam pernikahan? Aku merasa belum pernah mendapatkannya, kecuali Utun. Ah, itu pun munafik sekali kalau sampai mengatakan aku bahagia. Sejujur-jujurnya kukatakan, belum bisa menerima dengan seutuhnya. Ya, mungkin aku memang bodoh tetapi apalah artinya kehamilan ini jika akhirnya Mas Arfen harus mendekam di balik jeruji besi nanti?
Sikat na Kabanata