You Are Mine
cibir Litta, tak sanggup lagi melihat kebodohan temannya itu.
"Biar entar kalau gue nulis scene patah hati, gue bisa menjabarkan dengan baik dan sampai ke hati pembaca."
"Ampun, deh. Emang dasar, ada-ada aja lo!" Litta merebahkan tubuhnya di kasur. Pandangannya lurus-lurus ke arah plafon putih kamar Yuca. "Mau sampai kapan lo kayak gini, Na?"
"Hari ini, Ta. Terakhir malam ini gue nangisin Naja." Yuca menarik napas dalam-dalam agar lebih tenang. "Gue udah ikhlasin dia."
인기 회차