여기 asalkan dia bahagia와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 asalkan dia bahagia와 같은 이야기는 Rumah Tangga, Romansa 및 Thriller 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Ditinggal Suami, Dinikahi Adik Ipar부터 시작해보세요!
Begitu pun Shifra tak akan pernah merasakan bahagia jika tak bwrtemu dengan Javaz lalu Elzien.
Kebahagiaan seseorang tak dapat ditentukan oleh siapa dan bagaimana kita mencintai dan dicintai. Bahagia berasal dari rasa syukur pada Sang Pencipta. Teruslah bersyukur bahwa tidaknada seseorang pun yang mampu berada di posisi terbaik orang lain. Masing-masing memiliki porsi bahagianya sendiri.
Mengingat, ia lebih nyaman menjadikan Awes sebagai sahabatnya.
Happy berjalan mendekati jendela dan mengembuskan uap perlahan di sana. Dengan jari telunjuk, ia menuliskan nama ‘Always’ dan ‘Happy’. Ia tersenyum membacanya.
Kini, harapannya hanya satu, yaitu agar mereka selalu ….
Always happy.
[ TAMAT ]
Yeeyy ... Alhamdulillah, akhirnya selesai juga 😉
Mau tanya dong 😊
Menjawabnya sia-sia.
“Buat bahagia. Apa kamu sudah bahagia selama ini?”
“Belum. Dan nggak akan.”
“Kenapa ngomong begitu?”
“Ya nggak dikasih bahagia sama Tuhan, gimana mau bahagia?”
“Ya sudah kalau gitu mangkanya ayo!”
“Ayo ke mana?”
“Cari kebahagiaan!”
***
Layinah berdiri dengan senyum merekah di bibirnya.
Katakanlah gue ini pengecut yang enggak berani mengungkapkan perasaan ini sama dia. Tapi jujur melihat dia membicarakan mantannya dengan penuh cinta membuatku tersedar "cinta memang tidak harus memiliki asalkan kamu bahagia dengan dia". Klise memang tapi gue tak hentinya memanjatkan doa semoga memang kamu bisa bersanding denganku
*****
Pov Lutfi
Dia sebenarnya hanya ingin merasakan kebahagiaan, namun kebahagiaan itu tidak bisa dia dapatkan.
"Pergilah dengan tenang!"
Kemudian saat dia akan menghilang dia mengatakan rasa terimakasihnya kepada ku "Terimakasih kau sudah membebaskan aku dari penderitaan sesakit ini, meskipun ini semua tidak pernah terbayang oleh ku. Aku tetap merasakan kebahagiaan. Terimakasih manusia baik!" Begitulah dia mengucapkannya kepadaku.
Dia berusaha menjelaskan, "Alia, aku tidak punya penyesalan. Aku bahagia bersama Delia dan keluargaku sekarang. Tolong hargai kebahagiaan kami."
Tetapi Alia malah semakin provokatif, "Apa kalian benar-benar bahagia, ataukah hanya pura-pura bahagia? Ayo lihatlah wajahmu, Gara. Bisakah kamu memandanginya tanpa rasa bersalah?"