Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Seranjang Dengan Duda Arogan

Seranjang Dengan Duda Arogan

Aslan tersenyum setelah tahu baju apa yang di persiapkan sang mama untuk menantu nya, ia tetap meminta Hafsa memakai baju tersebut. "Pakai, Sha. Kamu pasti akan terlihat sangat seksi dengan lingerie ini," ucap Aslan. "Tapi aku malu, Mas." "Kenapa harus malu, aku bahkan sudah melihat seluruh tubuhmu tanpa penutup," ucap Aslan. "Mas, ih!"
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 651 kali sebagai aslan lion witch wardrobe
Baca
+Pustaka
A Wish

A Wish

Tapi gadis itu hanya membalas menggenggam erat tangan El. El menuntun Violet untuk memasuki sebuah toko pakaian wanita. Memilah sebentar dan memberikan sebuah dress yang berwarna hijau pastel untuk Violet kenakan. "Cobalah." Violet pun menurut dan memakai dress di atas lutut itu. Dengan model midi A-line, gaun itu mencetak sempurna pinggang Violet yang kecil. Dan juga lengan yang memperlihatkan bahu indahnya, dress ini sangat sempurna untuknya.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai aslan lion witch wardrobe
Baca
+Pustaka
Sang Pelindung Mafia Cantik

Sang Pelindung Mafia Cantik

Ia kemudian mencari sesuatu yang bisa dijadikan sebagai senjata. Di dalam kamar tidak terdapat apapun yang berguna. Hanya ada ranjang, seprei dengan dua bantal. Menyerang orang dengan bantal hanya menghasilkan barang tertawaan saja. Apalagi yang dihadapi anak buah mafia. "Kenapa?" tanya Alice dengan nada lirih saat melihat Aslan tampak berpikir sembari memandangi tempat tidur. Aslan mengambil tindakan dengan menarik seprei hingga terlepas dari kasur. Ia kemudian memberi kode pada Alice untuk memulai rencana.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai aslan lion witch wardrobe
Baca
+Pustaka
Kesayangan Tuan Mafia

Kesayangan Tuan Mafia

Bukan cincin yang menarik perhatiannya, melainkan liontin kecil berbentuk hati dengan ukiran halus. “Cantik,” gumamnya. Aslan mengikuti arah pandangnya. Tanpa banyak bicara, ia masuk ke dalam toko. Beberapa menit kemudian, ia keluar dengan kotak kecil di tangan. Laura terkejut. “Paman, itu apa?” Aslan menyerahkan kotak itu tanpa banyak ekspresi. “Untukmu.” Laura membukanya perlahan. Liontin hati itu berkilau lembut di dalamnya.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai aslan lion witch wardrobe
Baca
+Pustaka
Winter's Tale

Winter's Tale

Apa dia asal bicara? “Ah jangan terlalu dipikirkan Manda, Lizzie memang kadang omongannya bikin merinding,” kata Kanaya memecah keheningan yang mencekam karena ucapan balita yang bahkan tidak tau apa yang dikatakannya. “Iya sayang, Lizzie pasti kebanyakan nonton film kartun,” kata Austin ikut menenangkan Amanda yang berubah pias wajahnya. Semua orang berpikir bahwa itu hanyalah omongan ngawur seorang balita. Tapi tidak bagi Allicia yang mengetaui kelebihan sang putri. Pandangannya terarah kepada sang putri yang kini juga menatapnya. Sebuah pemikiran sang putri bisa dibacanya. Sepertinya putrinya memang ingin Alicia melihatnya. Karena tidak semua apa yang dipikirkan sang putri bisa membacanya
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai aslan lion witch wardrobe
Baca
+Pustaka
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

Aslan mendapati perempuan itu yang meringis serta menggaruk tengkuknya seperti seseorang yang tengah tertangkap basah. "A-anu, aku.... " "Awas!!" Hampir saja Aslan terkena sebuah kilatan sihir jika perempuan itu tak menariknya hingga membuat dirinya ikut terduduk di balik semak-semak itu. "Aku Shelly, adiknya Duchess." "Duchess Mariana?" Aslan menaikkan satu alis bertanya. Perempuan itu mengangguk mantap, "Ya, aku ingin berburu. Maka dari itu aku curi baju Baroness sama pedangnya Count."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai aslan lion witch wardrobe
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Bujang Lapuk yang Pernah Kusakiti

Mengejar Cinta Bujang Lapuk yang Pernah Kusakiti

“Mengerti, Tuan.” Aslan menghela napas panjang, menatap gelas whiskey yang baru saja ia tuang. “Ada hal lain, Magnus.” “Ya?” Magnus mengangkat wajah, menunggu perintah selanjutnya dari sang tuan. Aslan menatap kosong, lalu suaranya turun satu oktaf, berat dan sarat ancaman. “Aku mencium bau permainan besar. Dan aku tidak suka menjadi pion dalam papan catur orang lain.”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai aslan lion witch wardrobe
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Ia merasa sangat kecil di hadapan Aslan yang kini sedang menuangkan cairan ambar ke dalam gelas kristal. "Kenapa masih di sana? Kamu tidak berniat tidur berdiri dengan gaun konyol itu, kan?" Aslan menyesap minumannya, lalu menatap Fiola dengan mata yang mulai menampakkan kilat amarah. "Aku... aku ingin ganti baju. Di mana koperku?" tanya Fiola dengan suara bergetar. Aslan menunjuk sebuah pintu geser yang ternyata adalah walk-in closet. "Semua barangmu sudah ada di sana. Mbok Nah sudah menyusunnya. Tapi sebelum kamu berganti pakaian, ada beberapa hal yang harus kita sepakati."
301 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai aslan lion witch wardrobe
Baca
+Pustaka
Kubuat Mantan Suamiku Menyesal

Kubuat Mantan Suamiku Menyesal

Berbahaya dan mematikan! Bagai pasangan, kami memilih baju warna senada yang ternyata sudah Aslan pesan dari butik langganannya. Dia menggunakan tuxedo warna biru gelap dan kemeja warna hitam sebagai inner. Dia juga memesan sebuah gaun pesta yang cantik untukku dengan warna senada. Gaun yang terjuntai cantik saat aku sedang berdiri. Taburan berlian tersebar di beberapa bagian. Hanya dengan sekilas pandang, semua orang pasti tau itu adalah gaun yang sangat mahal.
1092.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai aslan lion witch wardrobe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status