Benih Mantan Pacar
Ada sesuatu yang sedang menggelayut di benaknya, sebuah perasaan atau mungkin kekhawatiran tentang kejadian di kantor yang tak diduganya.
Ketika mereka tiba di apartemen, Axel menghela napas sebelum berpamitan dengan Elara dan Arxel, mengusap kepala anaknya dengan lembut. “Maafkan Papa, ya, Arxel, jalan-jalan kita harus berakhir lebih cepat. Besok Papa janji kita akan keluar lagi, ya?” katanya, berusaha menyembunyikan kekhawatirannya di balik senyum tipis.