Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

“Please, kawan !!! peace, peace, damai okeh!!!” Markas Mawar masih diguyur irama-irama tawa genk cherry bawel. Hari semakin sore dan cuaca mulai mendung gelap gulita menyelimuti awan. Satu detik kemudian kota kemarau ini dibasahi hujan perdana yang akhirnya turun setelah musim kemarau berakhir.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as awan mendung
Read
+Library
Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik

Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik

"Jangan, biarkan dia tunggu sampai tengah malam." "Baik." Setelah makan malam, cuaca berubah mendung. Gumpalan awan gelap yang besar berkumpul di atas kota, seolah-olah siap menghantam kapan saja. Dalam waktu kurang dari setengah jam, rintik-rintik hujan mulai turun. Adeline berdiri di gerbang vila Keluarga Suryata tanpa tempat berteduh. Pakaiannya pun langsung basah kuyup.
9.8259.6K viewsCompletedAdded to Library 5.5K Times as awan mendung
Read
+Library
Sebening Cinta Anne

Sebening Cinta Anne

Atmaja masih ditempatnya, memberi kesempatan pada Dewangga untuk menyapa Andini. "Andini, aku datang," gumamnya lirih. Matanya berkaca-kaca, seberapapun kuat dirinya menahan butiran bening itu supaya tidak turun membasahi pipinya, akhirnya hujan deras turun dari kedua netranya. Hujan yang telah sekian puluh tahun ditahannya mati-matian, luruh begitu saja. Saat bendungan air yang dia bangun telah bobol, maka air yang mengalir keluar laksana air bah yang tak bisa dihentikan.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as awan mendung
Read
+Library
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

Yang dapat menghapus mendung, hanya hujan. Wuri duduk terbangun. Ia mengusap dadanya perlahan. Baru saja ia terbangun karena mimpi buruk yang terasa sangat nyata. Wuri melihat Awan sedang mencumbu wanita lain di hadapannya. Awan terlihat begitu bahagia dengan wanita itu di dalam mimpinya. Wuri mengusap sisa air mata yang jatuh tanpa ia sadari, lalu menarik ponsel yang tergeletak di samping tempatnya terlelap. Ia bhangun kesiangan hari ini, jam di ponsel sudah menunjukkan jam tujuh pagi. Wuri melihat tempat tidur di sampingnya, belum ia dapati Awan. Awan belum pulang. Wuri membuka sebuah pesan di ponselnya, terlihat dari Awan.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as awan mendung
Read
+Library
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Untung namanya bukan Topan, Tornado, atau Guntur.” “Setidaknya mendung lebih baik dibanding tornado yang menyebabkan kekacauan kan?” “Iya, mendung nggak berarti buruk.” Padma menatap Badai dan rasanya untuk sesaat, ia tersesat di dalam manik mata sekelam jelaga tersebut. “Dari mendung bisa hujan, lalu ada pelangi.” “Nggak ada hujan yang bertahan selamanya.” “Iya, aku tahu.”
6.1K viewsCompletedAdded to Library 170 Times as awan mendung
Read
+Library
Menikahi Suami Palsu

Menikahi Suami Palsu

"Aku mencintaimu." Karena hujan kembali mengguyur kota Tanjung menyisakan langit putih hingga menyamarkan keelokan pantai Medana. Wendy tidak bisa pulang ke kos begitu pula dengan segenap tulang-tulangnya yang serasa diremuk bersamaan setelah pergulatan panas itu terjadi lagi dan lagi. Sehingga seharian ini, dia hanya meringkuk di balik selimut bersama Bimo yang terlelap di sampingnya seraya mendekap erat tak memberikan ruang sedikit pun.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as awan mendung
Read
+Library
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Menderu! Angin dan awan di langit berubah warna, dan ruang di sekitarnya bergetar hebat. Angin dan pasir mengamuk, dan tampak seperti hujan pasir. Sepertinya orang-orang mendengar suara siulan di tengah hujan pasir, yang membuat gendang telinga mereka sakit. "Tidak baik, tiarap!" Dari sudut matanya, dia melihat bayangan tebal dan ganas menyapu dari samping. Semua orang melihat dan menjadi pucat karena ketakutan.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as awan mendung
Read
+Library
JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

Seketika keadaan sekitar pertokoan menjadi gelap laksana mendung kelam hendak turun hujan. Warga yang sedang hilir mudik di jalan sontak mendongak mencari keberadaan mendung yang membuat suasana gelap. Namun, mereka tak mendapati mendung hitam di langit. Justru tampak awan putih tersamar warna keabuan terdampak suasana gelap. “Buruan belanjanya, Sayang. Kayaknya mau hujan lebat,” ucap Gito sembari menggandeng tangan sang istri menuju deretan toko baju.
1075.6K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as awan mendung
Read
+Library
Maman, Kamu Sungguh Hebat!

Maman, Kamu Sungguh Hebat!

Langit sore yang tadinya cerah perlahan-lahan berubah menjadi kelabu tertutup awan tebal, menandakan hujan badai siap turun kapan saja. "Man! Pelan-pelan dikit napa! Jantungan gua lewat jalan curam begini!" teriak Togel yang mengendarai motor lain menyusul di belakang mereka, tampak kewalahan mengimbangi kecepatan Maman. "Makanya jangan banyak makan gorengan mulu!" balas Maman setengah berteriak di tengah deru angin pegunungan. Ririn yang duduk di belakang Maman memeluk pinggang pemuda itu erat-erat, menenggelamkan wajahnya di punggung Maman karena takut melihat ke jurang di sebelah kiri jalan.
14.8K viewsOngoingAdded to Library 398 Times as awan mendung
Read
+Library
Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Begitu Jaka Tole merapal mantra Ajian Udan Deres, suhu udara yang sedikit panas karena kebakaran itu, perlahan mulai terasa dingin. Dan diatas langit, mulai terlihat barisan awan hitam yang mulai bergerak ke atas rumah-rumah yang terbakar. Begitu awan hitam itu berkumpul, angin langsung bertiup kencang disusul dengan turunnya hujan dari sekumpulan awan hitam. Jaka Tole masih merapalkan mantra memanggil hujan, hingga air hujan yang turun dari langit sangat deras dan berhasil memadamkan api yang membakar rumah warga.
107.5K viewsCompletedAdded to Library 268 Times as awan mendung
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status