여기 ayah koes plus lirik와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 ayah koes plus lirik와 같은 이야기는 Rumah Tangga, Young Adult 및 Romansa 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 AKU, KAU, & SELINGKUHANMU부터 시작해보세요!
“AKU NGGAK MAU BERHENTI BEKERJA!”
PLAK!
Satu tamparan lain, kini membuat bibirku sedikit sobek.
“BR*NGSEK! KAMU PIKIR KAMU SIAPA, HAH?! KAMU MAU BALIK LAGI KETEMU LAKI-LAKI ITU?! KAMU LUPA SIAPA YANG SUDAH TOLONG KAMU SELAMA INI?! KALAU BUKAN KARENA AKU KAMU NGGAK AKAN JADI APA-APA, MIA!”
Dengan tegas menyalahkan jawaban Andika.
“Yang benar itu, Ikan dan udang menghampiri dirimu.”
Alisa menyanyikan baris terakhir dari lirik lagu penyanyi Koes plus yang sering dinyanyikan neneknya saat sedang membuat adonan kue di rusun dengan hati senang.
“Ash... Sial!”
Tangan Andika terkepal lalu memukul kesal ke udara, karena tinggal sedikit saja ia bisa menyelesaikan liriknya.
🎼🎼 Beautiful life ost drama Korea Goblin 🎼🎼
It's a beautiful life
Ini hidup yang indah
nan neoui gyeot-e iss-eulge
Aku akan berada di sisimu
It's a beautiful life
Ini hidup yang indah
neoui dwie seo iss-eulge
Aku akan berdiri di belakangmu
beautiful love
Indahnya cinta
haneur-arae neowa itdamyeon
Jika aku bersamamu di bawah langit ini
sumswineungeomman-eurodo joh-a
Hanya bernapas sendiri, itu membuatku bahagia
It's a beautiful life
Ini adalah hidup yang indah
beautiful day
Hari yang indah
neoui gieog-eseo naega saltende
Aku hidup dalam ingatanmu
beautiful life
Indahnya hidup
beautiful day
Hari yang indah
nae gyeot-eseo meomulleojwo
Tetaplah di sampingku
beautiful my love
Selamat kuucapkan padamu
Wahai orang yang pernah paling aku sayang
Kulepas dirimu dengan ikhlas
Moga Tuhan jagakan dirimu dan dia
Kudatang memberikan selamat
Walau langkah kaki gamang
Untuk kamu, aku datang
Semoga dirimu bahagia
Kulepas dirimu dengan ikhlas
Semoga engkau dan dia bahagia
Dulu kita pernah berbagi rasa
Kini kita hanya teman yang biasa
Dulu kita bisa berencana
Tapi Tuhanlah yang menakdirkan
Hidup terus berjalan
Engkau t'lah kurelakan
Pada Tuhan semua
Kupasrahkan
Selamat kuucapkan padamu
Wahai orang yang pernah paling aku sayang
Hoo-oo
Hoo-oo
Hoo-oo
Hoo-oo
Dulu kita pernah berbagi rasa
Kini kita hanya teman yang biasa
Biarkan Aku Bahagia.
Part 4
Malam hari di waktu senggang. Aku membuka kembali aplikasi di ponsel tersayangku. Wah.. betapa terkejutnya aku, saat mata ini seakan terbuka lebar ketika melihat pesan masuk untuk memesan bolu dan juga kue basah buatanku. Seakan semua terasa mimpi. Ya, berlipat ganda Allah berikan rejeki padaku seusai perceraianku dengan Mas Wahyu.
Setelah lima menit Almira dikamar mandi, Almira membawa tespack dan menyerahkan kepada Bidan Indri, karena Almira belum pernah menggunakan tespack dia tidak tahu apa maksud garis-garis yang ada di tespack itu.
Bidan Indri tersenyum sambil mengucap syukur saat tau tespack yang dibawa Almira mempunyai garis dua.
"Alhamdulillah Mbak Almira garis dua." Ujar Bidan Indri dengan penuh senyum, memberi selamat kepada Almira yang masih bengong tidak tahu maksudnya.
Ketegangan menguar di udara, bahkan kuda-kuda pun merasakannya, berhenti bergerak dan berdiri diam.
“Hari ini cuma kebetulan. Aku nggak tahu istrimu ada di sini.” Ken akhirnya menahan emosinya dan memberi penjelasan. “Lagipula, tempat ini milik Keluarga Ken.”
Leo menaikkan alis. “Oh, milik Keluarga Ken?”
Begitu selesai bicara, ia menepuk perut kudanya dan maju.
Ken ikut menyusul. “Gunung Nirama ini, apa rencanamu?”
jawab Hana sambil gelak kecil.
“Eh, aku mana jerit. Aku cuma... jerit slow.”
------
Keesokan harinya, mentari pagi menyinari tingkap rumah flat Emy yang sedikit berhabuk tapi penuh kenangan. Bunyi radio kecil yang dipasang Emy memecah sunyi — lagu lama Jamal Abdillah bergema dengan penuh perasaan.
“Derita merindu... sungguh menyiksaaaa…”
Namun, wanita itu pergi entah ke mana dan Adam tidak diberi wakti untuk mencarinya.
Akhirnya, dengan terpaksa, Adam memasuki ruang rawat Anggun. Kiyai dan dua orang saksi sudah menunggu. Adam diminta duduk di sebuah sofa tunggal yang terdapat di sana. Anggun tersenyum bahagia karena sebentar lagi impiannya akan terwujud.
"Mari kita mulai saja. Saudara Adam, silakan jabat tangan saya," ucap Kiyai yang usianya hampir setengah abad.
Dia memandang lurus pada Cahyo.
"Siapa namamu? Nama lengkap kamu?" Cahyo bertanya dengan mata tajam pada Adisti.
Debaran jantung Adisti makin meraja. Rasanya dia seperti akan dihakimi saja. Adisti menelan ludahnya, menguatkan diri agar tidak makin gugup.
"Namaku Adisti Kayshilla Dewina, Pak."
"Nama yang cantik." Cahyo berkata tetap dengan nada datar.