Pesona Istri Yang Kuabaikan
Aku janji akan membalas semua kebaikannya di masa lalu.
"Katanya punya suami kok lontang-lantung, sih, Nia. Kamu beneran bohong berarti tentang suami itu. Saking butuhnya kasih sayang, Kah?" Abbas menggoda Hunsiah.
"Mungkin," jawab Husniah sambil tertawa kecil.
"Ya udah, jadikan aku suamimu," ucap Abbas sambil mengedipkan sebelah matanya.
Ingin rasanya kucolok pakai sumpit matanya yang tidak sopan itu. Mendadak selera makanku menguap, membayangkan Hunsiah sendirian mencari tempat tinggal dan kerja di luar sana.