Membalas Kebohongan Suami Kere
“Kemarin saya menyusul abinya anak-anak, Bu. Karena Rohim mengigau memanggil abinya, mikirnya setelah abinya datang dia bisa cepat baikan.”
“Terus abinya ke mana?”
Sebenarnya malu, membuka aib keluargaku sendiri. Tapi kepada majikanku sendiri, masa harus kututup-tutupi?
“Abinya ada di rumah istri pertamanya, Bu.”
Aku berkata pelan. Malu. Apalagi faisal sempat mengintip dari kaca yang ada di atas dasbor.
“Loh, loh, loh, suamimu itu duda ditinggal mati? Oh, apa maksudmu, rumah peninggalan mendiang istri pertama gitu?” cecar Bu RT, salah mengartikan.
الفصول الرائجة