Saat Istri Bodoh Itu Pergi
Entah kenapa, membuangnya terasa terlalu kejam, sementara menyimpannya pun terasa menyakitkan.
Aku menyiapkan sarapan seperti biasa. Dua piring. Dua gelas. Lalu aku tersadar—kebiasaan ini tidak lagi masuk akal. Aku menghela napas, menyingkirkan satu piring kembali ke lemari.
Sendiri.
Kata itu semakin sering menjadi temanku.
Siang harinya, ibu menelepon.
“Kamu sehat, Nara?” suaranya terdengar khawatir.