Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sehidup Semati Yang Teringkari

Sehidup Semati Yang Teringkari

Pandangan Erik penuh dengan kesedihan, tatapannya jatuh pada lukisan cat air yang ternoda lumpur. Lukisan itu dibuat oleh Nelsi. Itu hadiah ulang tahunnya yang kedelapan belas. Dalam lukisan itu, salju tebal beterbangan di langit, punggung dua anak muda saling berdekatan. Mata Erik berlinang, dia menoleh ke belakang lukisan dan melihat sebaris tulisan kecil di sudut kanan bawah. [Andai aku bisa menua bersamamu seperti ini.]
27.1K viewsCompletedAdded to Library 839 Times as baca komik semi
Read
+Library
Pengantin Pria Pengganti

Pengantin Pria Pengganti

Ternyata saat Evelyn melihat, Rayyan sedang memegang komik pemberian Mia, dalam sekejap wajahnya berubah drastis menjadi merah. Dia berkata, “Jangan,” Tapi sudah terlambat, Rayyan sudah memegang komik itu dan menyadari bahwa Buku itu bukan buku biasa. Di halaman depannya ada gambar pria dan wanita yang saling tumpang tindih dan ada dialog di sebelahnya. Evelyn bergegas turun dan meraih komik itu kemudian menyembunyikannya di belakang tubuhnya.
3.7K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as baca komik semi
Read
+Library
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Lelaki itu kemudian keluar dari kamar Jingga membawa sebuah komik di tangan. Ingin memastikan, Jingga mendekati adiknya yang sedang makan malam sendirian. Puan itu kemudian menempatkan tulang duduknya di kursi sebelah Chandra yang meliriknya sebentar sebelum pandangannya terkunci pada makanan lagi. “Chan! Lo tadi ngambil komik Pokemon gue ya?” tanya Jingga memecah keheningan dan memulai pembicaraan.
4.7K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as baca komik semi
Read
+Library
Sebatas Mimpi

Sebatas Mimpi

Ia bersandar pada rumah kayu di sampingnya kemudian perlahan duduk di atas tanah. Renata terkikik, “ini bahkan lebih mudah daripada dunia sihirnya Harry Potter!” “Kamu tahu apa yang benar-benar lucu dari kejadian barusan?” Tanya Pandu ikut duduk berhadapan dengan Renata dengan kaki ditekuk. “Apa?” Tanya Renata tersenyum lebar. “Caramu mengalahkan mereka benar-benar membuatku seperti menonton serial kartun.” Kata Pandu di sela tawanya.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as baca komik semi
Read
+Library
10 Years Ago

10 Years Ago

"I... iya." Lalu Andin berpaling melihat beberapa buku tersusun rapi di atas rak. Dia mengambil salah satu buku dan melihat sampul depannya bergambar anak-anak basket. "Slam dunk," ejanya. "Itu komik favorit gue." Andin mengangguk pelan. Dia langsung mengerti mengapa komik itu menjadi favoritnya. Lalu Dirga menyentuh pergelangannya usai menaruh kembali komik itu.
1015.0K viewsOngoingAdded to Library 525 Times as baca komik semi
Read
+Library
Cinta Segiempat

Cinta Segiempat

Kalo gitu, semangka buat Lo. Semangat kaka\\^_^// Peluk cium dari gue selalu buat Lo {:*} By : Mr. X Adelia mengangkat ujung bibirnya malas, "Dih~ Peluk cium? Ogah binggo! Dan siapa juga yang penasaran sama Lo? Nggak ada!" gerutunya kemudian meremas kertas itu dan membuang nya ke tong sampah di dekatnya. Adelia kembali mengambil beberapa buku yang masih di dalam loker itu lalu menutup pintu dan menguncinya. Adelia yang hendak melangkahkan kaki menuju kelas pun dikagekatkan oleh kedatangan Reno cs yang tiba-tiba.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 216 Times as baca komik semi
Read
+Library
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

Hingga tanpa terasa, kafe super bersih beraroma segar lemon itu mulai disesaki para muda-mudi yang menggilai komik. Jam memesan makanan dan minuman pun dibuka ketika semua pekerja paruh waktu Rimbu sudah siap di posisinya masing-masing. Dan seperti biasa, pengunjung bernama Theo yang selalu duduk di kursi nomor tiga puluh tiga di lantai dua, hanya mau pesanannnya diantar oleh Rimbu. "Ini yang seri keenam belom keluar?" Theo menunjukkan sebuah komik bersampul menyeramkan pada Rimbu yang baru saja datang mengantarkan makanannya.
9.83.0K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as baca komik semi
Read
+Library
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Setelah jam pelajaran berakhir Raina pulang seorang diri, Clara sudah dijemput oleh kakaknya dan Raina menolak tawaran Clara untuk ikut dengannya dengan alasan ingin mampir dahulu ke toko buku. Itu bukan hanya alasan, tapi memang ia ingin pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku baru yang bisa ia gunakan untuk belajar dan ia berencana juga ingin membeli beberapa buku fiksi untuk dibaca di waktu luang. Raina memang sangat menyukai buku, entah itu buku pelajaran maupun buku fiksi seperti novel dan komik. Namun diantara banyaknya jenis buku fiksi, ia paling suka dengan novel.
18.9K viewsOngoingAdded to Library 377 Times as baca komik semi
Read
+Library
Our Fight

Our Fight

Aku tak terlalu takut pada hal-hal seperti itu. Kali ini aku menuju lantai dua. Tempat rak-rak yang banyak menyimpan buku-buku lama dan juga buku sejarah. Sebagian lantainya juga banyak menyediakan buku novel ataupun komik. Bukan komik-komik yang seperti kalian bayangkan. Lebih banyak komik-komik yang mendidik seperti one piece atau sherlock homes di sini. Meskipun begitu masih banyak peminatnya. Aku saja baru tahu sampai-sampai aku terpaku di tempat. Melihat penuhnya setiap meja baca yang ada di lantai dua. Padahal ini sudah jam pulang. Mereka betah sekali di sini. Tempat sunyi dan tenang yang cocok untuk membaca. Jika kalian mau, juga bisa membeli minuman berasa di lantai satu. Dan tentu h
107.8K viewsCompletedAdded to Library 251 Times as baca komik semi
Read
+Library
SARANG PREDATOR

SARANG PREDATOR

dia bertanya, sedikit mengernyit. Aku tersipu, merasa agak bodoh. “Uh, aku ingin melihat apakah kau punya komik. Sepertinya tidak ada." “Kau suka buku komik? Pahlawan dan penjahat? Baik menang atas kejahatan?"
1024.2K viewsCompletedAdded to Library 774 Times as baca komik semi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status