Pelakor Itu Pembantuku
“Mas …! Kenapa diam aja, sih! Jawab! Atau mas lagi di jalan, ya? Jalan mau kemari? Ya udah, kami tunggu. Hati-hati ya, Mas. Oh, iya, Mas Gilang enggak usah takut. Ibunya Harum enggak ada kok di kampung. Nenek sihir itu udah dibawa perempuan sial itu. Jadi, kita bebas. Rencana pernikahan kita besok, pasti sukses. Tuan kadinya juga udah dicarikan Mas Yanto. Meskipun hanya nikah secara siri, aku senang banget, akhirnya bisa jadi istrimu, Sayang.”
Aku tersenyum geli. Kalimat Harum benar-benar menggelitik hati nuraniku sebagai istri pertama.
“Mas …! Mas Gilang! Mas!”
Kugeser tombol merah. Lalu kuketik pesan untuknya.
[Sabar ya, Sayangku! Aku masih di jalan. Muach ….] Kulengkapi dengan emoticon
ตอนยอดนิยม