Menantu sang Dewa Perang
Lalu, Jessica melirik ke Aghnia sambil berbicara dengan perkataan yang begitu merendahkan Aghnia, “Bagaimana, Aghnia? Bahagia melihat kakakmu ini menjadi asisten Baron? Dasar duri dalam daging, benar-benar tidak tahu diuntung!”
Aghnia yang merasa harga dirinya direndahkan membela dirinya sendiri, “Duri dalam daging? Kak Jess, aku gak tahu kenapa kak Jess sampai seperti ini. Tapi, aku gak pernah ada niat sekalipun untuk melakukan itu!” bantah Aghnia.
“Alah, mengaku saja, Aghnia. Kamu dendam kan pada Ivan?” tanya Jessica dengan lirikan mata yang begitu tajam.