Om Duda!
Matanya langsung terbuka sempurna, kala dia melihat tulisan yang ada di layar handphonenya, jantungnya dengan refleks berdetak lebih cepat dari biasanya.
Entah ada dorongan dari mana, Devan menggeser tombol hijau sehingga kini telepon itu tersambung. Saat dia akan merubah posisi tidurnya, dia baru tersadar jika kini Disya sedang memeluk tubuhnya, menelusupkan wajahnya di dada Devan.
“Hallo.” Suara dari sebrang sana membuat Devan kembali tersadar dari diamnya.
“Hallo.”
“Aku baru saja tiba di Indonesia, masih di bandara. Boleh aku meninta tolong Dev?”