SELIR HATI
Rakyat berbisik-bisik, sebagian mulai bertanya-tanya: siapa sebenarnya selir baru itu?
Gita duduk di paviliunnya, memandang kosong ke arah taman. Daun-daun kering jatuh terbawa angin. Sari menyiapkan teh di meja kecil, berusaha mencairkan suasana.
“Minumlah, Nyonya. Wajah Anda pucat sekali sejak semalam.”
Gita tersenyum tipis, nyaris tak terlihat. “Kepalaku penuh, Sari. Aku tidak bisa berhenti memikirkan kata-kata orang itu.”
Hot Chapters