Hidup di Dua Hati
Hasna meremas tali tas punggungnya dengan kuat, seraya menatap ke arah kafe yang tidak terlalu ramai. Bangunan bergaya retro itu terlihat sangat mencolok dari bangunan di sekitarnya. Dengan warna dasar hitam, serta warna hijau, orange, dan merah yang dicat berselang seling di dinding, membuat tempat itu tampak hangat dan nyaman untuk dikunjungi. Hasna menghela napas perlahan, seraya menghitung dalam hati dari satu hingga sepuluh. Selalu begitu jika dia gugup kala bertemu dengan seseorang. Dia tak tahu keputusannya benar atau salah, bibirnya mengiyakan begitu saja saat Azka meminta untuk bertemu.
Hot Chapters