Seumur Hidup Terlalu Lama
Saat ia membuka mata, Uma menghadap Genta dan mengucapkan kalimat yang membuat dada lelaki itu membuncah bahagia.
“Terima kasih, Mas, karena selalu ada di saat aku terluka. Terima kasih untuk tidak pergi di saat aku tersesat. Terima kasih tetap ada di saat aku sudah mulai tidak percaya. Terima kasih telah bersabar meski penantianmu tidak sebentar. Terima kasih telah membuatku yakin bahwa kamu adalah sebaik-baiknya tempatku memantapkan hati.”
“Sama-sama, Sayang. Terima kasih juga telah membalas perasaanku. Aku tahu Allah pasti mengabulkan doa-doaku, karena namamu tak lelah kubawa pada-Nya setiap waktu.”