Tawanan Cinta Tuan Abizar
Tok, tok, tok.
Ckrek! Setelah ketukan tersebut, Mawar malah membukakan pintu. Dengan polosnya perempuan itu bertanya, "ada apa, Tuan? Mengetuk malam-malam begini?"
"Sial," Abizar berdesis. Tatapannya tajam dan lurus ke arah Mawar. "Apa kamu lupa? Sudah kubilang, tuanmu ini berbahaya! Kenapa kamu malah membukakan pintu, bodoh! Bagaimana kalau aku malah berniat macam-macam padamu!" Abizar berteriak serak. Mata Mawar melebar, dia baru ingat. Saudi yang cuacanya panas bahkan di malam hari membuat ingatan Mawar sedikit terganggu.
Hot Chapters