Tawanan Tuan Kama
Sepertinya, memilih diam adalah pilihan yang terbaik.
Selebihnya, sisa perjalanan di isi dengan keheningan. Kemala memilih tidur, sedangkan Kila tak ingin mengganggu Paman Zainal. Membiarkan Pamannya fokus memegang kemudi.
Kila melihat ke sekelilingnya. Pepohonan yang tinggi, hampir lima meter kira kira. Dulu tak setinggi ini, Kila ingat betul. Di malam yang pekat. Dengan langit yang bergemuruh, badai yang tidak seperti biasanya. Kila ingat sekali hari itu. Ia bertiga, bersama ayah dan ibunya memilih untuk menerjang badai, setelah perjalanan panjang dari luar kota, Ayah Kila langsung tancap gas dari pelabuhan menuju desa mereka. Tak disangka, malam itu cuaca tidak bersahabat. Kilat menyambar
Hot Chapters