Sang Maharaja yang Terlupa
"Kita tidak bisa menahan napas sepanjang malam. Sebelum masuk ke kapal, letakkan pasta ini di bawah lidah. Rasa pahitnya akan menjaga pikiran tetap jernih dan menetralkan racun manis itu sebelum mencapai otak."
Di dekat jendela, Wira sedang memahat topeng. Ia memilih kayu pule, kayu yang dipercaya para leluhur memiliki daya tolak terhadap roh jahat. Untuk dirinya sendiri, ia memahat topeng Buto berwajah garang untuk menutupi parut di pipinya. Untuk Dewi, topeng Dewi yang anggun. Untuk Burhan, topeng Pedagang yang licin. Dan untuk Arga, Wira memahat topeng Resi dengan janggut panjang dan ukiran mata yang setengah terpejam, melambangkan kebijaksanaan dan penglihatan batin.
Hot Chapters