KUBUAT KAU MENGEMIS CINTAKU
Kangen sekali rasanya tak melihat wajahnya dalam beberapa hari ini dari balik tirai dan kaca.
[Baik. Kamu? Aku sedang istirahat.] Dia membalas cepat.
[Syukurlah. Hmmm, apa kamu gak pengen ketemu aku, Cin?]
Sebutanku untuk Cinderella, sengaja aku memanggilnya Cin. Bisa diplesetkan jadi Cinta, kan?
[Bukannya kamu yang gak mau, aku sudah datang loh, waktu dulu.]
Aku menggaruk kepala. Dia memang benar. Aku yang pengecut dan takut kalau dia akan membenci setelah tahu siapa aku sebenarnya.