SUCI TAK PERAWAN
tanya Cean saat kami sudah berada di dapur yang menjadi saksi bisu kebersamaan kami dulu.
"Oxtail soup," jawabku.
"Sop buntut?" tanya Cean.
Aku mengangguk, dia tertawa. Tawa yang sangat aku rindukan selama ini.
"Kenapa pakai bahasa inggris?"
"Biar terdengar keren," jawabku sekenanya. "Lagian tema restoranku western dan Asian food," sambungku.
Lagi-lagi Cean tertawa. "Makanan apapun kalau masuk restoran dan dikasih nama kebarat-baratan jadi mahal," ujar Cean.