Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir
Ryota siap merekam setiap kata, masa lalu wanitanya itu akan menjadi peluru di tangannya.
Namun Elara menarik napas dalam-dalam, suaranya kecil, ragu.
"Sebenarnya... saya tidak bisa bahasa Inggris," ujarnya akhirnya. "Saya tidak mengerti apa yang kamu bilang."
Ryota mematung. Tatapannya turun, menatap wanita dalam pelukannya — polos, serius, jujur.
Sesaat hening.
Kemudian rahangnya mengeras, dan... ia terkekeh rendah, dan lalu tertawa hingga suaranya menggema di kamar itu.