Madu untuk suamiku
Hatinya berdebar, bukan karena rindu, melainkan karena beban yang masih menekan pikirannya, ucapan sang mertua siang tadi masih terngiang di telinganya.
Begitu pintu terbuka, suara yang hangat menyambutnya.
“Assalamualaikum,” ucap Raka dengan senyum lelah di wajahnya.
“Waalaikumsalam,” jawab Arumi sambil menunduk mencium punggung tangan suaminya, seperti kebiasaannya setiap kali Raka pulang.
“Capek, Mas?” tanyanya lembut.
Raka tersenyum kecil, menatap wajah istrinya yang tampak teduh.
Chapitres populaires