Cinta Tanpa Tapi
Ratna kembali mengangguk, walau pun mungkin anggukan kepalanya tak terlihat Bunda yang sudah selangkah lebih maju di depan, dengan mengandeng tangan kanannya.
****
Pandangan mata Ratna melebar, saat melihat baju baju yang berada di dalam lemari, semua baru dan bermerk. Tentu harganya sangat fantastik.
Dengan tangan kanan, di elusnya beberapa baju yang dulu pernah dia inginkan. Namun, tentu dengan kwalitas yang tak sama.
Hingga pilihannya jatuh pada kaos berlengan se ketek, warna merah maron, dan celana pendek di atas paha.